Selasa, 03 Januari 2012

KALENDER KERJA JANUARI 2012 YAYASAN CAHAYA ILMU BENGKULU


KALENDER KERJA JANUARI 2012
YAYASAN CAHAYA ILMU  BENGKULU

KEGIATAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Sebar Proposal































Mencari lokasi yang strategis untuk penempatan yayasan cahaya ilmu yang pertama































Mengambil dan Menarik Proposal di setiap instansi































Pembersihan Tempat































Penyiapan perlengkapan taman bacaan































PROPOSAL YAYASAN CAHAYA ILMU BENGKULU



LANDASAN PEMIKIRAN

“Buku merupakan Gudang Ilmu, Membaca adalah Kuncinya”
“Buku adalah Jendela Dunia, Membaca berarti menjelajah Dunia”
“Untuk maju dalam pengetahuan, seseorang harus senantiasa belajar lebih     banyak, menelaah lebih banyak, dan menalar lebih banyak. Ketiga hal tersebut dapat dicapai dengan membaca” (William)

           

A.      PENDAHULUAN

Dalam diri manusia terdapat dua unsur pokok yang saling melengkapi kesempurnaannya, yakni unsur jasmaniah dan rohaniyah. Unsur jasmaniah adalah sesuatu yang bersifat tampak, materi atau fisik; sedangkan unsur rohaniyah adalah sesuatu yang tidak tampak, non fisik, atau immateriil. Secara fungsional, keduanya saling melengkapi satu sama lain. Supaya kedua unsur itu seimbang, maka membutuhkan suplai rutin sebuah “makanan bergizi” agar keduanya tumbuh sehat dan berkembang secara sempurna. Sayangnya, kebanyakan manusia tidak memberikan suplai yang seimbang kepada dua unsur yang dimilikinya itu.
Kebanyakan manusia memang lebih memberikan suplai makanan yang diperlukan untuk tubuh (jasmani). Rata-rata manusia tidak banyak menaruh perhatian kepada “makanan” yang diperlukan bagi otak atau hati dalam arti bukan fisik. Selain makanan yang bersifat fisik (untuk tubuh), makanan yang bersifat nonfisik (untuk rohani) juga penting, misalnya membaca buku, informasi, dan sebagainya.
Menurut M. Rusli Karim (1985), membaca merupakan sarana yang paling empuk dalam memupuk kemampuan nalar dalam mempersiapkan diri untuk menjadi manusia teknostruktur.




Dengan kata lain, belum ada cara lain yang bisa secara langsung dapat merangsang daya nalar dan kreativitas manusia dalam berpikir kecuali dengan cara membaca
Begitu banyak manfaat dan keuntungan yang didapatkan dengan rajin membaca, sebagaimana disampaikan dalam sebuah Buletin Dharma Wanita Persatuan PTRI Jenewa tentang manfaat membaca yakni antara lain membaca dapat menghilangkan kecemasan dan kegundahan. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan. Serat kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja. Dengan sering membaca, orang bisa juga mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata. Selain itu membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir. Serta membaca dapat meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahainan.
Selain itu, menurut Nasikin dalam sebuah artikelnya menyatakan bahwa manfaat membaca yaitu dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman. Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani.  Dengan membaca, kita dapat mengambil pelajaran dan pengalaman orang lain, kebijaksanaan dan pemahaman dan para ulama atau ahli ilmu lainnya. Selanjutnya membaca juga dapat mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan, untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda dan penerapannya dalam kehidupan yang nyata. Serta membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah, dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma. 
Dari beberapa pendapat beberapa ahli tersebut, dapat kita simpulkan betapa pentingnya akan budaya membaca. Untuk menjadi orang cerdas, harus dengan membaca. Untuk menjadi pemimpin harus banyak membaca buku. Menjadi orang yang bijak perlu untuk membaca buku. Apalagi untuk mengetahui perkembangan dunia terkini juga harus dengan membaca.
Akan tetapi urgensi membaca ini belum banyak disadari oleh masyarakat kita. Membaca belum menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi, baik dikalangan orangtua maupun anak-anak. Berdasarkan penelitian tentang minat baca masyarakat Indonesia yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006. Bahwa, masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca


sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%) dan/atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%) (www.bps.go.id).
Data lainnya, misalnya International Association for Evaluation of Educational (IEA). Tahun 1992, IAE melakukan riset tentang kemampuan membaca murid-murid sekolah dasar (SD) kelas IV 30 negara di dunia. Kesimpulan dari riset tersebut menyebutkan bahwa Indonesia menempatkan urutan ke-29. Angka-angka itu menggambarkan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak SD.
Sementara itu, berdasarkan penelitian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP untuk melek huruf pada 2002 menempatkan Indonesia pada posisi 110 dari 173 negara. Posisi tersebut kemudian turun satu tingkat menjadi 111 di tahun 2009. Berdasarkan data CSM, yang lebih menyedihkan lagi perbandingan jumlah buku yang dibaca siswa SMA di 13 negara, termasuk Indonesia. Di Amerika Serikat, jumlah buku yang wajib dibaca sebanyak 32 judul buku, Belanda 30 buku, Prancis 30 buku, Jepang 22 buku, Swiss 15 buku, Kanada 13 buku, Rusia 12 buku, Brunei 7 buku, Singapura 6 buku, Thailand 5 buku, dan Indonesia 0 buku
            Implikasi dari rendahnya minat baca masyarakat terlihat dari kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan Indonesia belakangan ini jauh tertinggal dari negara-negara tetangga. Melihat dari survei Times Higher Education Supplement (THES) 2006, perguruan tinggi Indonesia baru bisa menjebol deretan 250 yang diwakili oleh Universitas Indonesia, kualitas ini berada di bawah prestasi Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) yang menempati urutan 185. Kemudian pada tahun 2007 menurut survei THES dari 3000 unversitas di dunia, ITB baru berhasil berada pada urutan 927 dan sekaligus menjadi perguruan tinggi top di Indonesia.
Rendahnya kualitas pendidikan Indonesia berarti menunjukkan pula rendahnya kemampuan sumber daya manusia. Itu terbukti dari minimnya bangsa Indonesia dalam melahirkan pelaku-pelaku ekonomi yang berdaya saing. Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia berada diurutan 138 dari 140 negara. Indonesia hanya baru mempunyai 0,18% pengusaha dari jumlah penduduk sedangkan syarat untuk menjadi negara maju minimal 2% dari jumlah penduduk harus ada pengusaha. Coba kita bandingkan dengan negara tetangga. Singapura sekarang ini sudah mempunyai 5%, belum lagi Amerika Serikat 7% dari jumlah penduduk. Berdasarkan kondisi Indonesia sekarang ini maka Indonesia membutuhkan minimal 400 ribu pengusaha. Data ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas sangat berperan dalam melahirkan pengusaha. Usaha untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas berawal dari sumber daya manusia yang mempunyai ilmu dan mampu menyerap setiap informasi yang berkembang. Itu semua diperoleh melalui membaca.
Salah satu indikator tinggi rendahnya minat baca di suatu masyarakat yakni tersedianya fasilitas perpustakaan ataupun taman bacaan yang memadai. Dengan adanya perpustakaan ataupun taman bacaan baik yang disponsori oleh Pemerintah, Swasta, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada di daerah sekitarnya. Rendahnya minat baca masyarakat kita tentu saja bukan kesalahan mereka sendiri. Banyak faktor yang saling terkait dalam menciptakan budaya membaca di tengah masyarakat. Menurut Mudjito (1994) faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca masyarakat tersebut antara lain: Kurangnya partisipasi pihak-pihak yang terkait dengan pembinaan minat baca. Kurang terbinanya jaringan kerjasama pembinaan minat baca antar perpustakaan. Selain itu sektor swasta belum hanyak menunjaag pembinaan minat baca. Kemudian Belum semua penerbit berpartisipasi dalam pembmaan minat baca. Serta belum semua penulis berpartisipasi dalam pembinaan minat baca.
Masih menurut Mudjito, factor-faktor pendukung minat baca adalah adanya lembaga-lembaga pendidikan dan tingkat dasar sampai dengan tingkat tinggi tempat membina dan mengembangkan minat baca anak didik secara berhasil guna. Selain itu juga adanya berbagai jenis perpustakaan di setiap kota dan wilayah di Indonesia yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan dalam hal jumlah dan mutu perpustakaan, koleksi, dan sistem pelayanannya. Kemudian adanya lembaga-lembaga media masa yang senantiasa ikut mendorong minat baca dri berbagai lapisan masyarakat melalui penerbitan surat kabar dan majalah. Adanya penethitan yang memiliki semangat pengabdian dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan menerbitkan buku-buku yang bermutu baik dan segi isi, bahasa, maupun

teknik penyajian. Selanjutnya adanya penulis atau pengarang yang memiliki daya cipta, idealisme, dan kemampuan menyampaikan pengalaman atau gagasan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. kebijaksanaan pemerintah yang secara langsung atau tidak langsung mendorong atau merangsang pertubuhan dan pengembangan minat baca masyarakat. Terakhir adanya usaha-usaha perseorangan, organisasi, dan lembaga, balk pemerintah maupun swasta yang memiliki prakarsa untuk berperan serta melakukan kegiatan yang berkaitan dengan dengan minat baca masyarakat.
Di Kota Bengkulu, fasilitas pendukung minat baca ini masih sangat minim. Baik perpustakaan umum, ataupun sejenis taman-taman bacaan gratis yang ada di tengah masyarakat. Sepertinya pemerintah ataupun pihak swasta belum begitu memperhatikan akan pentingnya pembinaan minat baca tersebut. Padahal ini sangat penting untuk mewujudkan sumber daya manusia yang intelektual dan bermoral. Pemerintah masih lebih menekankan pada pembangunan fisik semata. Seharusnya dengan jargon kota Bengkulu yang disebut sebagai “Kota Pelajar” sudah seharunya pemerintah untuk menggandeng pihak swasta ataupum LSM-LSM yang ada di Kota Bengkulu untuk memperhatikan hal ini.
Berangkat dari kondisi inilah maka kami dari Yayasan Cahaya Ilmu Bengkulu tergerak untuk mengadakan/membuat taman-taman bacaan gratis untuk masyarakat Kota Bengkulu. Oleh karena itu kami mengharapkan bantuan ataupun kerjasama Khususnya pemerintah Kota Bengkulu, dan Pihak-pihak swasta pada umumnya untuk berpartisipasi dalam agenda yang kami rencanakan tersebut. Demi cita-cita kita bersama dalam mewujudkan masyarakat Kota Bengkulu yang intelek dan memasyarakatkan baca buku.


B. TUJUAN
            Tujuan dari kegiatan pengadaan taman bacaan ini adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya budaya membaca
  2. Mempermudah masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu untuk membaca buku-buku dengan gratis
  3. Mewadahi kreatifitas dan minat belajar anak-anak, pelajar dan mahasiswa
  4. Mengajak semua pihak (baik Pemerintah maupun pihak swasta) untuk menciptakan masyarakat cinta buku dengan membantu dana pendirian taman-taman bacaan gratis di tiap kecamatan yang ada di Kota Bengkulu



  1. Menciptakan Generasi Kota Bengkulu yang Intelek dan Bermoral dengan giat membaca



C. MANFAAT
            Manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya taman bacaan gratis ditengah masyarakat ini adalah sebagai berikut:
  1. Terciptanya pemahaman masyarakat akan pentingnya budaya membaca
  2. Masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi lewat buku, terutama masyarakat yang kurang mampu.
  3. Dengan taman bacaan gratis, dapat terciptanya kreatifitas dan minat belajar anak-anak, pelajar dan mahasiswa
  4. Suksesnya kota Bengkulu sebagai kota pelajar dengan terciptanya masyarakat cinta buku
  5. Terciptanya Generasi Kota Bengkulu yang Intelek dan Bermoral dengan giat membaca


D. TARGET DAN  SASARAN
            Target dan sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1.        Para pelajar se kota Bengkulu baik SD, SMP, SMA dan Mahasiswa
2.        Masyarakat kota Bengkulu, terutama masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah
3.        Pemerintah Kota Bengkulu
4.        Lembaga-lembaga pendidikan baik milik pemerintah maupun swasta
5.        Pihak-pihak donatur yang peduli akan pendidikan di Kota Bengkulu
6.        Tercapainya tujuan dari kegiatan ini
7.        Dirasakannya manfaat dari kegiatan ini secara langsung oleh pihak-pihak yang terlibat, baik masyarakat, pelajar, pemerintah daerah maupun Pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.



E. TEMA KEGIATAN
            Tema kegiatan yang diambil oleh tim pelaksana pada kegiatan kali ini adalah          “ Dengan Taman Bacaan Gratis, Mari kita ciptakan masyarakat yang cinta buku, demi terwujudnya generasi Kota Bengkulu yang Cerdas, Mandiri dan Bermoral “

G. WAKTU PELAKSANAAN
            Kegiatan pendirian taman bacaan gratis ini akan dilaksanankan dalam rentang bulan Januari 2012, yakni :
Tanggal           : 23 s/d 31 Januari 2012
            Waktu             : Mulai pukul 08.00 s/d selesai

H. TEMPAT PELAKSANAAN
            Berikut lokasi-lokasi di mana kegiatan pendirian  taman bacaan gratis akan diadakan:
1.      Kecamatan Selebar
  1. Kecamatan Gading Cempaka
  2. Kecamatan Muara Bangkahulu
  3. Kecamatan Ratu Agung
  4. Kecamatan Ratu Samban
  5. Kecamatan Sungai Serut
  6. Kecamatan Kampung Melayu



F. BENTUK KEGIATAN
            Adapun bentuk rangkaian kegiatan ini adalah sebagai berikut:
  1. Pengadaan Taman Bacaan Gratis di setiap Kecamatan yang ada di Kota Bengkulu
  2. Pengalangan Dana untuk pembelian buku-buku
  3. Penerimaan sumbangan buku-buku






I. SEKRETARIATAN TIM PELAKSANA
            Tim pelaksana berkantor di Sawah Lebar Baru (Ruko PB Laundry)
            Nomor kontak yang dapat dihubungi adalah sebagai berikut:
1. Pebteson (Ketua Umum)                : 085273581303
2. Sepri Yunarman (Ketua tim)           : 081278744825
3. Sony Taurus (Sekretaris tim)           : 085267090965


J. TIM PELAKSANA KEGIATAN
            Terlampir

K. ANGGARAN DANA KEGIATAN
            Terlampir




L. PENUTUP
            Demikianlah proposal ini kami buat, untuk menjadi pertimbangan bagi Bapak/ Ibu/ Sdr/ I dalam memberikan bantuan guna mendukung sukses dan lancarnya kegiatan tersebut. Kami mohon maaf bila di dalam penyajian proposal ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan di mata Bapak/ Ibu/ Sdr/ I sekalian. Akhirnya kami memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kiranya Dia berkenan mencatat segala yang kita lakukan ini sebagai amal kebaikan di sisi-Nya. Amin.
                                                                                                Bengkulu, ….. Januari 2012
            Yayasan Cahaya Imu                                                  Tim Pelaksana


            Pebteson                                                                      Sepri Yunarman
Ketua umum                                                               Ketua tim

                       


LAMPIRAN I

TIM PELAKSANA KEGIATAN

Pembina                     : Ahmad Setiabudi, S.Psi

Ketua Tim                  : Sepri Yunarman
Sekretaris tim            : Sony Taurus
Bendahara tim           : Meilani

Anggota tim               : Maulana
                                      Rahmat Doni
                                      Yogi
                                      Hasbiyallah
                                      Furqon Ali
                                   


















LAMPIRAN II

ANGGARAN DANA KEGIATAN

                                                                                                            Dalam Rp
Pengeluaran
Harga
Satuan
Total
Sewa Rumah
8.000.000/tahun
7 Rumah
56.000.000
Pembuatan dan penggandaan proposal
10.000,-
30 eks
300.000,-
Pembuatan rak-rak buku
2.000.000,-
7 buah
14.000.000,-
Pembuatan spanduk
150.000,-
7 buah
1.050.000,-
Pembelian Buku-buku
30.000,-
1600 eksp
48.000.000,-
Total dana yang dibutuhkan
119.350.000,-
Terbilang: Seratus Sembilan Belas Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah





                                   


                 











DAFTAR LIST DONATUR

No
Nama
Alamat
Jumlah (Rp)
Paraf
1




2




3




4




5




6




7




8




9




10




11




12




13




14




15




16




17




18




19




20




21




22




23




24