PNS????????? tentunya merupakan pekerjaan yang di idam2kan kebanyakan mahasiswa ataupun mahasiswi yang telah dapat menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Ketika keunggulan suatu bangsa saat ini tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam yang dimiliki namun bertumpu pada keunggulan sumber daya manusianya. Namun apa daya bila dalam perekrutan pegawai pemerintahan (PNS) diwarnai kecurangan-kecurangan yang sebenarnya disadari akan merugikan banyak orang seperti "politics of money to get a job", ini hanya akan memberikan kesempatan kepada pihak yang memiliki uang yang mau membayar sejumlah uang demi mendapatkan suatu pekerjaan.
Alangkah ironisnya bagi seseorang yang benar-benar memiliki kualitas SDM yang baik. Kesempatan untuk bekerja di pemerintahan (menjadi PNS) akan sangat rendah jika saat ini tidak di sertai dengan kemampuan untuk membayar atau istilah Bengkulunya "menyogok".
emmmm.......fenomena inilah yang terjadi di Bumi Raflesia. Namun "konon katanya", kasus ini sedang diteliti oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) namun sulitnya untuk menguak kasus ini diakibatkan semua atau salah satu oknum PNS yang lulus dengan cara "menyogok" sulit untuk "jujur" karena apa????? takut tidak lagi menjadi PNS dan terjerat kasus PIDANA.
Kalo lagunya mafia pajak seperti ini " andai aku menjadi gayus tambunan, yang bisa pergi ke bali, semua keinginannya, pasti bisa terpenuhi, anehnya di negeri ini, hukuman bisa dibeli, kita orang yang lemah, pasrah akan keadaan"....beda lagi dengan lagunya mafia perekrutan PNS " andai aku menjadi orang kaya, yang bisa membeli SK, akhirnya keinginanku, bisa terkabulkan...namun aku orang lemah tidak punya banyak uang untuk membeli SK" hee....hee...hee...kira-kira seperti itulah aransement lagunya. entahlah saya juga kurang begitu paham mengenai masalah lagu.
Fenomena lainnya karena kebanyakan mahasiswa pada awal perkuliahan tertarik akan profesi keguruan, yang mana lulusan FKIP itu sangat membludak???? ini disebabkan rumornya lulusan FKIP banyak dibutuhkan dan diperhitungkan dalam perekrutan tes CPNS. Namun apa fenomena yang terjadi.......kantor pemerintahan dihuni oleh lulusan FKIP. Bagaimana kinerjanya???? jangan ditanyakan lagi jelas akan menjurus ke arah kebobrokan.
Jika dianalisis secara sosiologis permasalahan tersebut terjadi akibat disfungsi peran. Peran yang bukan senharusnya dia emban namun dia emban akibatnya ketidak optimalan dalam bekerja.
Sedikit potret kebobrokan sistem penerimaan PNS di Provinsi Bengkulu