Rabu, 07 Desember 2011

Cinta yang memberikan cahaya


“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan nabi dan syuhada menginginkan keadaan seperti mereka, karena kedudukannya disisi Allah. Sahabat bertanya :
“Ya Rasulullah, tolong kami beritahu siapa mereka ? Rasulullah SAW. Menjawab : Mereka adalah satu kaum yang cinta mencintai dengan ruh Allah tanpa ada hubungan sanak saudara, kerabat diantara mereka serta tidak ada hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah wajah-wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa dikala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita dikala orang lain berduka cita” (H.R. Abu Daud)

Cinta yang memberikan keteduhan


“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim)

Cinta yang berbalas cinta


“Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku” (Hadits Qudsi)

Karena cinta, dicintai-Nya

“Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,
“Kau mau kemana ?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu ?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya” (H.R. Muslim)
Tiga cinta yang manis
Tiga perkara, yang barang siapa memilikinya, ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta kepada seseorang karena Allah dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mau dicampakan ke dalam api neraka” (H.R. Bukhari-Muslim)

Cinta yang menggugurkan dosa

“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut” (H.R. Tabrani)

Selasa, 06 Desember 2011

Menghilang Tanpa Jejak

Sesakit Itukah kau Padaku........
Hingga Kau MeninggalkanKu....
Tanpa Kabar berita....................

Apa Itu karena Kesalahanku di Masa Lalu??????
Jika Itu Membuatmu dendam kepada Ku
Aku Mohon Maaf
Tapi jangan jadikan diriku sebagai pelampiasan dendammu di masa lalu..........
Aku tidak tau apa-apa......
Aku hanya korban...........

Menangis...Merengek...sekarang sudah percuma ku Lakukan
Penyesalan itu tiada guna......
aKu tidak tau Kau...................
Kau di Mana...dan apa sebenarnya terjadi aku pun tak tau

Terima Kasih atas sakit hatinya.......

Kamis, 01 Desember 2011

Suatu Bentuk Protes Atas Kebobrokan Sistem Penerimaan PNS di Bengkulu

PNS????????? tentunya merupakan pekerjaan yang di idam2kan kebanyakan mahasiswa ataupun mahasiswi yang telah dapat menyelesaikan studinya di perguruan tinggi. Ketika keunggulan suatu bangsa saat ini tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam yang dimiliki namun bertumpu pada keunggulan sumber daya manusianya. Namun apa daya bila dalam perekrutan pegawai pemerintahan (PNS) diwarnai kecurangan-kecurangan yang sebenarnya disadari akan merugikan banyak orang seperti "politics of money to get a job", ini hanya akan memberikan kesempatan kepada pihak yang memiliki uang yang mau membayar sejumlah uang demi mendapatkan suatu pekerjaan.
Alangkah ironisnya bagi seseorang yang benar-benar memiliki kualitas SDM yang baik. Kesempatan untuk bekerja di pemerintahan (menjadi PNS) akan sangat rendah jika saat ini tidak di sertai dengan kemampuan untuk membayar atau istilah Bengkulunya "menyogok". 
emmmm.......fenomena inilah yang terjadi di Bumi Raflesia. Namun "konon katanya", kasus ini sedang diteliti oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) namun sulitnya untuk menguak kasus ini diakibatkan semua atau salah satu oknum PNS yang lulus dengan cara "menyogok" sulit untuk "jujur" karena apa????? takut tidak lagi menjadi PNS dan terjerat kasus PIDANA.

Kalo lagunya mafia pajak seperti ini " andai aku menjadi gayus tambunan, yang bisa pergi ke bali, semua keinginannya, pasti bisa terpenuhi, anehnya di negeri ini, hukuman bisa dibeli, kita orang yang lemah, pasrah akan keadaan"....beda lagi dengan lagunya mafia perekrutan PNS " andai aku menjadi orang kaya, yang bisa membeli SK,  akhirnya keinginanku, bisa terkabulkan...namun aku orang lemah tidak punya banyak uang untuk membeli SK" hee....hee...hee...kira-kira seperti itulah aransement lagunya. entahlah saya juga kurang begitu paham mengenai masalah lagu.

Fenomena lainnya karena kebanyakan mahasiswa pada awal perkuliahan tertarik akan profesi keguruan, yang mana lulusan FKIP itu sangat membludak???? ini disebabkan rumornya lulusan FKIP banyak dibutuhkan dan diperhitungkan dalam perekrutan tes CPNS. Namun apa fenomena yang terjadi.......kantor pemerintahan dihuni oleh lulusan FKIP. Bagaimana kinerjanya???? jangan ditanyakan lagi jelas akan menjurus ke arah kebobrokan.
Jika dianalisis secara sosiologis permasalahan tersebut terjadi akibat disfungsi peran. Peran yang bukan senharusnya dia emban namun dia emban akibatnya ketidak optimalan dalam bekerja. 

Sedikit potret kebobrokan sistem penerimaan PNS di Provinsi Bengkulu